Sandy had a couple of days absent from school, so his friends came to his house to visit him .
Udin : Hi sandy , how are you ? are still have a headache ?
Sandy : Hi guys , i’m not really fine . what ? headache ? my headache was gone
Udin : What a relief !
Sandy : But now, my shoulder is hurt and it’s so painful
Arum : Oh my god , i’m sorry to hear that . have you go to the hospital ?
Sandy : yes , i have
Tami : hmmmm , sandy , do you remember you have missed a lot of lessons ?
Sandy : Of course i remember , by the way what should i do for my lessons that i missed ?
Arum : How if you borrow tami’s notebook ?
Sandy : Okay . Tam , can i borrow your notebook ?
Tami : Okay , when will you borrow my book ?
Sandy : Today ?
Arum : What ? No ! Please , not today . Because her notebook is still in my house now. What about tomorrow ?
Sandy : Okay then
Arum : Okay . Tami , please remind me to bring your notebook tomorrow!
Tami : All right , um .
Udin : Guys , i think we must go home now . it’s almost rain .
Tami : Oh yeah , let’s we go home now ! Bye Sandy .
Arum : Bye Sandy , get well soon .
Udin : Bye Sandy .
Sandy : See you , guys . Thanks for your visit .
Tentang penyakit cacar dan sejarah mandor di pontianak
sory gadget nya belum banyak
Rabu, 23 November 2011
Rabu, 23 Maret 2011
MENGUJI KEBENARAN YANG TELAH DIKEMUKAKAN PARA ILMUAN BARAT/SEJARAWAN
Assalamu’alaikum wr wb
Kononnya manusia jaman dahulu tidak tahu apa apa. Malah tidak bercakap, tidak ada bahasa. Tetapi sedikit demi sedikit mencapai kemajuan. Dan akhirnya memasuki jaman modern seperti jaman sekarang. Itulah sejarah yang dipercayai majoriti manusia. Tanyalah siapa saja, garis masa itulah yang akan dijawab mereka. Apabila jaman purba, mereka akan membayangkan orang yang tinggal dalam gua. Tetapi lupakah anda bahwa Al-Aqsa dibina oleh Nabi Adam sebagaimana yang telah diberitahu didalam hadits Rasulullah? Dan ini menunjukkan bahwa manusia pertama sudah pandai membuat bangunan. Adakah mereka tinggal didalam gua seperti binatang? Malah Nabi Adam sudah pandai berkata-kata, berpakaian dan bertindak seperti manusia yang waras sama seperti manusia yang ada sekarang. Adakah Nbi Adam diturunkan Allah dalam keadaan hina tanpa ilmu? Tentu saja tidak. Nabi Nuh pula sudah pandai membuat bhtera yang sangat besar. Contoh-contoh yang telah oleh yang kita sebut sebagai “orang gua” seperti piramid dll. Bhkan sebuah artifak yang begitu unik telah ditemukan dalam tamadun babylon. Dan setelah dikaji, isinya adalah batrai. Dan ini menunjukkan kerajaan kuno Babylon sudah pandai menggunakan tenaga elektrik berjuta-juta tahun yang lalu sebelum kita. Itu berarti
ZAMAN BATU TIDAK PERNAH TERWUJUD !
ZAMAN GANGSA TIDAK PERNAH TERWUJUD !
“PALEOLITIK” HANYA SEBUAH KHAYALAN
“MESOLITIK” HANYA SEBUAH DONGENG
Tahukah anda siapa dalang dibalik penipuan sejarah ini? Dia adalah Charles Darwin dan para pendukung teori evolusi. Teori evolusi hanya pembohongan semata. Dan menjadi satu keperluan buat kita mengenali sejarah sebenar kita. AL-QURAN hanya menggunakan nama-nama para nabi sebagai ukuran masa dalam sejarah. Contoh :
1. “...dimasa kerajaan Sulaiman....” (baqarah 102)
2. “...disesudah Musa...” (baqarah 246)
3. “...sesudah Nuh...” (isra’ 17)
Karena para nabi ini adalah wakil kaum mereka pada tempat, waktu, dan ketamadunan tertentu. Inilah cara sebenarnya mengkaji sejarah menurut iskam. Kajilah berdasarkan Nabi-Nbi yang telah diutuskan. Dan and akan paham bagaimana dan bila perkembangan ketamadunan kaum tersebut . dan bagaimana ketamadunan mereka yang begitu canggih boleh HANCUR sekelip mata sehingga kita menyangka mereka berada di JAMAN BATU
“ TELAH BERLALU ATURAN-ATURAN YANG TETAP SEPERTI KAMU, MAKA KARENA ITULAH BERJALANLAH DIMUKA BUMI DAN PERHATIKANLAH BAGAIMANA KESUDAHAN ORANG ORANG YANG MENDUSTAKAN(AYAT-AYAT ALLAH)
Al-Imran(137)
Mereka bukanlah orang gua yang hanya tau makan dan tidur. Tetapi mereka telah membina suatu ketamandunan yang begitu hebat. Malah mungkin kecanggihan mereka lebih hebat daripada kita pada hari ini. Ilmu pengetahuan mereka begitu tinggi, sehingga mereka mampu mencerap bintang bintang dilangit. Tetapi karena kekufuran sebagian dari mereka kepada Allah, maka kehebtan ketamadunan mereka telah dihancurkan dalam satu malam saja, sehingga kita menyangka mereka ini adalah orang orang jaman batu yang tidak pernah mencipta apa-apa. Begitulah bagaimana sejarah berulang, tetapi amat sedikit yang mengambil pelajaran. Dan sejarah terus berjalan sehingga dibagian terakhir.
Jangka masa dalam sejarah manusia ditandai mengikut nabi-nabi yang diutuskan. Dan apabila Nabi terakhir telah diutuskan, maka ini juga bermakna bahwa sejarah sudah sampai ke tahap yang terahir. Tahap ini begitu penting bagi makhluk yang bernama IBLIS. Karena IBLIS sudah bejanji kepada tuhannya sejak awal sejarah manusia lagi untuk untuk membuktikan bahwa manusia asalah makhluk yang akan merusakkan dan menumoahkan darah dibumi. Mengikuti hadits Ahmad dan Bahiaqi dari Nuamman bun Basyir dari Hudzaiffah, jaman umat Nabi Muhammad dibagi kepada 5 bagian :
1. Mengikuti Rasulullah, fase pertama bagi umat ini adalah ketika nabi masih hidup, jaman ini sudah berlalu
2. Kemudian datang pula jaman pemerintahan yang mengikuti cara kenabian, pda jaman ini, umat islam dipimpin oleh 4 Khulafa’ Rasyidin, jaman ini juga sudah berlalu]
3. Kemudian datang pula jaman kerajaan yang yang kekuasaanya diserahkan kepada keturunan raja raja. Kita dapat lihat pada fase ini, kerajaan umayyah, abassyiah yang berkuasa dengan sistem monarki, jaman ini juga sudah berlalu
4. Kemudian datang pula jaman yang dunia dipimpin oleh pemerintah yang sombong, dan fase itu dalah jaman sekarang. Kemudian, setelah berlalunya fase ke 4, akan datang pula fase ke 5
5. Dunia akan diperintah kembali mengikuti cara nabi yang bersariatkan islam
Setelah habis menceritakan fase ke 5 tersebut, Rasulullah tiba-tiba diam, dan diam tersebut berarti SEJARAH MANUSIA SUDAH BERAKHIR. Rasulullah pernah mengingatkan umatnya yang alan hidup di fase ke 4 akan kedaatangan satu fitnah, satu fitnah yang sangat besar dalam sejarah ketamadunan manusia, itulah fitnah AL-MASSIH AD-DAJJAL. Dajjal tidak akan datang pada fase ke 5 karena dalam fase itu telah berada pada pihak-pihak yang beriman. Dajjal juga tudak akan muncul pada fase ke 5 karena setelah itu sejarah manusia sudah tamat. Hanya fase ke 4 saja yang berpeluang bagi DAJJAL untuk mengumpulkan para pengikutnya yang akan ke NERAKA ramai-ramai. Dan fase ke 4 itulah kita berada SEKRANG. Sebelum turunya Nabi Isa dan munculnya Imam Mahdi yang akan memindahkan kita pada fase ke 5, seterusnya mengakhiri sejarah ketamadunan manusia dan mengalahkan usaha IBLIS ditahap terakhir sejarah manusia.
Kononnya manusia jaman dahulu tidak tahu apa apa. Malah tidak bercakap, tidak ada bahasa. Tetapi sedikit demi sedikit mencapai kemajuan. Dan akhirnya memasuki jaman modern seperti jaman sekarang. Itulah sejarah yang dipercayai majoriti manusia. Tanyalah siapa saja, garis masa itulah yang akan dijawab mereka. Apabila jaman purba, mereka akan membayangkan orang yang tinggal dalam gua. Tetapi lupakah anda bahwa Al-Aqsa dibina oleh Nabi Adam sebagaimana yang telah diberitahu didalam hadits Rasulullah? Dan ini menunjukkan bahwa manusia pertama sudah pandai membuat bangunan. Adakah mereka tinggal didalam gua seperti binatang? Malah Nabi Adam sudah pandai berkata-kata, berpakaian dan bertindak seperti manusia yang waras sama seperti manusia yang ada sekarang. Adakah Nbi Adam diturunkan Allah dalam keadaan hina tanpa ilmu? Tentu saja tidak. Nabi Nuh pula sudah pandai membuat bhtera yang sangat besar. Contoh-contoh yang telah oleh yang kita sebut sebagai “orang gua” seperti piramid dll. Bhkan sebuah artifak yang begitu unik telah ditemukan dalam tamadun babylon. Dan setelah dikaji, isinya adalah batrai. Dan ini menunjukkan kerajaan kuno Babylon sudah pandai menggunakan tenaga elektrik berjuta-juta tahun yang lalu sebelum kita. Itu berarti
ZAMAN BATU TIDAK PERNAH TERWUJUD !
ZAMAN GANGSA TIDAK PERNAH TERWUJUD !
“PALEOLITIK” HANYA SEBUAH KHAYALAN
“MESOLITIK” HANYA SEBUAH DONGENG
Tahukah anda siapa dalang dibalik penipuan sejarah ini? Dia adalah Charles Darwin dan para pendukung teori evolusi. Teori evolusi hanya pembohongan semata. Dan menjadi satu keperluan buat kita mengenali sejarah sebenar kita. AL-QURAN hanya menggunakan nama-nama para nabi sebagai ukuran masa dalam sejarah. Contoh :
1. “...dimasa kerajaan Sulaiman....” (baqarah 102)
2. “...disesudah Musa...” (baqarah 246)
3. “...sesudah Nuh...” (isra’ 17)
Karena para nabi ini adalah wakil kaum mereka pada tempat, waktu, dan ketamadunan tertentu. Inilah cara sebenarnya mengkaji sejarah menurut iskam. Kajilah berdasarkan Nabi-Nbi yang telah diutuskan. Dan and akan paham bagaimana dan bila perkembangan ketamadunan kaum tersebut . dan bagaimana ketamadunan mereka yang begitu canggih boleh HANCUR sekelip mata sehingga kita menyangka mereka berada di JAMAN BATU
“ TELAH BERLALU ATURAN-ATURAN YANG TETAP SEPERTI KAMU, MAKA KARENA ITULAH BERJALANLAH DIMUKA BUMI DAN PERHATIKANLAH BAGAIMANA KESUDAHAN ORANG ORANG YANG MENDUSTAKAN(AYAT-AYAT ALLAH)
Al-Imran(137)
Mereka bukanlah orang gua yang hanya tau makan dan tidur. Tetapi mereka telah membina suatu ketamandunan yang begitu hebat. Malah mungkin kecanggihan mereka lebih hebat daripada kita pada hari ini. Ilmu pengetahuan mereka begitu tinggi, sehingga mereka mampu mencerap bintang bintang dilangit. Tetapi karena kekufuran sebagian dari mereka kepada Allah, maka kehebtan ketamadunan mereka telah dihancurkan dalam satu malam saja, sehingga kita menyangka mereka ini adalah orang orang jaman batu yang tidak pernah mencipta apa-apa. Begitulah bagaimana sejarah berulang, tetapi amat sedikit yang mengambil pelajaran. Dan sejarah terus berjalan sehingga dibagian terakhir.
Jangka masa dalam sejarah manusia ditandai mengikut nabi-nabi yang diutuskan. Dan apabila Nabi terakhir telah diutuskan, maka ini juga bermakna bahwa sejarah sudah sampai ke tahap yang terahir. Tahap ini begitu penting bagi makhluk yang bernama IBLIS. Karena IBLIS sudah bejanji kepada tuhannya sejak awal sejarah manusia lagi untuk untuk membuktikan bahwa manusia asalah makhluk yang akan merusakkan dan menumoahkan darah dibumi. Mengikuti hadits Ahmad dan Bahiaqi dari Nuamman bun Basyir dari Hudzaiffah, jaman umat Nabi Muhammad dibagi kepada 5 bagian :
1. Mengikuti Rasulullah, fase pertama bagi umat ini adalah ketika nabi masih hidup, jaman ini sudah berlalu
2. Kemudian datang pula jaman pemerintahan yang mengikuti cara kenabian, pda jaman ini, umat islam dipimpin oleh 4 Khulafa’ Rasyidin, jaman ini juga sudah berlalu]
3. Kemudian datang pula jaman kerajaan yang yang kekuasaanya diserahkan kepada keturunan raja raja. Kita dapat lihat pada fase ini, kerajaan umayyah, abassyiah yang berkuasa dengan sistem monarki, jaman ini juga sudah berlalu
4. Kemudian datang pula jaman yang dunia dipimpin oleh pemerintah yang sombong, dan fase itu dalah jaman sekarang. Kemudian, setelah berlalunya fase ke 4, akan datang pula fase ke 5
5. Dunia akan diperintah kembali mengikuti cara nabi yang bersariatkan islam
Setelah habis menceritakan fase ke 5 tersebut, Rasulullah tiba-tiba diam, dan diam tersebut berarti SEJARAH MANUSIA SUDAH BERAKHIR. Rasulullah pernah mengingatkan umatnya yang alan hidup di fase ke 4 akan kedaatangan satu fitnah, satu fitnah yang sangat besar dalam sejarah ketamadunan manusia, itulah fitnah AL-MASSIH AD-DAJJAL. Dajjal tidak akan datang pada fase ke 5 karena dalam fase itu telah berada pada pihak-pihak yang beriman. Dajjal juga tudak akan muncul pada fase ke 5 karena setelah itu sejarah manusia sudah tamat. Hanya fase ke 4 saja yang berpeluang bagi DAJJAL untuk mengumpulkan para pengikutnya yang akan ke NERAKA ramai-ramai. Dan fase ke 4 itulah kita berada SEKRANG. Sebelum turunya Nabi Isa dan munculnya Imam Mahdi yang akan memindahkan kita pada fase ke 5, seterusnya mengakhiri sejarah ketamadunan manusia dan mengalahkan usaha IBLIS ditahap terakhir sejarah manusia.
Senin, 28 Februari 2011
HATEBREED
Hatebreed dibentuk pada tahun 1994 di Bridgeport, Waterbury dan New Haven. Mereka mulai dengan merekam demo lagu tiga dan menjualnya ke penduduk setempat. Ketiga lagu akhirnya akan dirilis pada tujuh inci split dengan Abaikan New York pada tahun 1995. Mereka mengikuti bahwa sampai dengan EP sangat diakui Berdasarkan Pisau pada tahun 1996, dan keluar tur sekitar pantai timur / Midwest dengan band Voorhees UKHC. Tahun berikutnya mereka merilis Kepuasan adalah Kematian Desire di Victory Records, maka rumah dari beberapa band terbesar di Metalcore. Kepuasan eksemplar terjual lebih dari debut lainnya dalam sejarah perusahaan rekaman.
Wisata dengan band-band metal nasional seperti Slayer, Deftones, Entombed dan Napalm Death mempengaruhi musik mereka dan membawa mereka ke perhatian banyak penggemar non-hardcore/metalcore. Pengaruh ini tampak nyata di depan band dua rilis, Ketekunan 2002, dan terutama 2003's The Rise of Brutality.
Setelah rilis The Rise of Brutality, band ini mengambil bagian dalam tur Unholy Alliance 2004 di Eropa dengan Slayer, Slipknot dan Mastodon. Pada bulan Juni, 2006, Hatebreed melanjutkan tur Eropa yang luas yang termasuk kinerja di Download Festival di Donnington, Inggris. Segera setelah tur Eropa ini, mereka bermain di panggung utama Ozzfest 2006 bersama Dragonforce, Lacuna Coil, Avenged Sevenfold, Disturbed, dan co-headliners System of a Down.
album keempat band ini, Supremasi, dirilis pada bulan Agustus 2006, pertama mereka melalui Roadrunner Records, yang menampilkan gitaris baru Frank Novinec (yang sebelumnya bermain menghabiskan waktu dengan Kurap Ringworm, Terror, dan Integritas). Jasta menggambarkannya sebagai sebuah "serangan habis-habisan dari sepenuhnya dibebankan adrenalin, kebrutalan di-your-face". [1]
Pada tanggal 13 September 2006, mantan gitaris Lou "Boulder" Richards melakukan bunuh diri pada usia 35, ia telah diputar di Kepuasan 1997 Is The Death Of Keinginan dan meninggalkan band pada tahun 2002. Hatebreed mengumumkan pernyataan:
"Seperti banyak dari Anda mungkin pernah mendengar, dan kami menyesal untuk belajar, mantan pemain gitar kami Lou 'Boulder' Richards meninggal yesterday.It sangat disayangkan bahwa dia tidak bisa melihat cara lain untuk menaklukkan setan-nya. Kami berharap dia akhirnya menemukan kedamaian hati kami pergi ke Vera "- nenek Richards '-".. dan keluarga dan teman-temannya "
Hatebreed berjudul tahap kedua pada tur Ozzfest 2007. Hatebreed muncul di Wacken festival Udara Terbuka pada tahun 2008 bersama Iron Maiden, Children of Bodom, dan Avantasia. Pada bulan April 2008, Hatebreed menandatangani kesepakatan di seluruh dunia dengan Koch Records untuk merilis DVD mereka hidup, sebuah album live, dan sampul album yang berjudul "Untuk Lions", yang dirilis pada 5 Mei. Pada tanggal 2 September mereka merilis DVD konser mereka, berjudul "Live Dominasi". Seniman tertutup termasuk Metallica, DRI, linggis, dan Cro-Mags. [2]
Pada 9 Februari 2009 Gitaris Sean Martin keluar dari band. [3] Sean keluar dari band untuk mengejar kepentingan lain dalam musik yang lebih studio-terkait. Namun, Sean tetap dekat dan kontak dengan anggota Hatebreed.
Hatebreed kelima studio album, berjudul Hatebreed, telah dirilis September 29, 2009. Pada bulan Mei 2009, band ini juga merilis Untuk Lions, catatan yang terdiri dari meliputi lagu-lagu oleh seniman yang telah mempengaruhi perkembangan band. [4]
Pada tahun 2010, Hatebreed berpartisipasi dalam Mayhem Festival tahunan yang ketiga, bersama 3 Inci Darah, Shadows Fall, dan band lainnya. Pada tanggal 17 Februari 2011, diumumkan bahwa Hatebreed akan mengambil bagian dalam Festival Mayhem keempat tahunan untuk sekali lagi judul tahap Jagermeister selama 3 tanggal saja.
Wisata dengan band-band metal nasional seperti Slayer, Deftones, Entombed dan Napalm Death mempengaruhi musik mereka dan membawa mereka ke perhatian banyak penggemar non-hardcore/metalcore. Pengaruh ini tampak nyata di depan band dua rilis, Ketekunan 2002, dan terutama 2003's The Rise of Brutality.
Setelah rilis The Rise of Brutality, band ini mengambil bagian dalam tur Unholy Alliance 2004 di Eropa dengan Slayer, Slipknot dan Mastodon. Pada bulan Juni, 2006, Hatebreed melanjutkan tur Eropa yang luas yang termasuk kinerja di Download Festival di Donnington, Inggris. Segera setelah tur Eropa ini, mereka bermain di panggung utama Ozzfest 2006 bersama Dragonforce, Lacuna Coil, Avenged Sevenfold, Disturbed, dan co-headliners System of a Down.
album keempat band ini, Supremasi, dirilis pada bulan Agustus 2006, pertama mereka melalui Roadrunner Records, yang menampilkan gitaris baru Frank Novinec (yang sebelumnya bermain menghabiskan waktu dengan Kurap Ringworm, Terror, dan Integritas). Jasta menggambarkannya sebagai sebuah "serangan habis-habisan dari sepenuhnya dibebankan adrenalin, kebrutalan di-your-face". [1]
Pada tanggal 13 September 2006, mantan gitaris Lou "Boulder" Richards melakukan bunuh diri pada usia 35, ia telah diputar di Kepuasan 1997 Is The Death Of Keinginan dan meninggalkan band pada tahun 2002. Hatebreed mengumumkan pernyataan:
"Seperti banyak dari Anda mungkin pernah mendengar, dan kami menyesal untuk belajar, mantan pemain gitar kami Lou 'Boulder' Richards meninggal yesterday.It sangat disayangkan bahwa dia tidak bisa melihat cara lain untuk menaklukkan setan-nya. Kami berharap dia akhirnya menemukan kedamaian hati kami pergi ke Vera "- nenek Richards '-".. dan keluarga dan teman-temannya "
Hatebreed berjudul tahap kedua pada tur Ozzfest 2007. Hatebreed muncul di Wacken festival Udara Terbuka pada tahun 2008 bersama Iron Maiden, Children of Bodom, dan Avantasia. Pada bulan April 2008, Hatebreed menandatangani kesepakatan di seluruh dunia dengan Koch Records untuk merilis DVD mereka hidup, sebuah album live, dan sampul album yang berjudul "Untuk Lions", yang dirilis pada 5 Mei. Pada tanggal 2 September mereka merilis DVD konser mereka, berjudul "Live Dominasi". Seniman tertutup termasuk Metallica, DRI, linggis, dan Cro-Mags. [2]
Pada 9 Februari 2009 Gitaris Sean Martin keluar dari band. [3] Sean keluar dari band untuk mengejar kepentingan lain dalam musik yang lebih studio-terkait. Namun, Sean tetap dekat dan kontak dengan anggota Hatebreed.
Hatebreed kelima studio album, berjudul Hatebreed, telah dirilis September 29, 2009. Pada bulan Mei 2009, band ini juga merilis Untuk Lions, catatan yang terdiri dari meliputi lagu-lagu oleh seniman yang telah mempengaruhi perkembangan band. [4]
Pada tahun 2010, Hatebreed berpartisipasi dalam Mayhem Festival tahunan yang ketiga, bersama 3 Inci Darah, Shadows Fall, dan band lainnya. Pada tanggal 17 Februari 2011, diumumkan bahwa Hatebreed akan mengambil bagian dalam Festival Mayhem keempat tahunan untuk sekali lagi judul tahap Jagermeister selama 3 tanggal saja.
Selasa, 22 Februari 2011
CACAR
Cacar air (varisela) dan cacar ular (herpes zoster, shingles) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus golongan herpes yang lain, yaitu virus varisela-zoster. Infeksi oleh virus varisela-zoster menyebabkan timbulnya vesikel-vesikel pruritik yang mengandung air di kulit.
Cacar air adalah infeksi primer oleh virus tersebut. Cacar air sangat menular dan ditularkan dari orang ke orang melalui percikan (droplet) saluran napas. Cacar air biasanya merupakan penyakit anak-anak, tetapi orang dewasa yang baru pertama kali terpajan ke virus ini dapat menderita penyakit tersebut. Virus varisela memiliki masa tunas 721 hari dan bersifat menular selama periode prodromal yang singkat (sekitar 24 jam sebelum lesi muncul) sampai semua lesi menjadi krusta. Penyakit biasanya sembuh dengan sendiri dalam 7-14 hari.
Cacar ular biasanya timbul beberapa tahun setelah infeksi cacar timbul di dermatom (regio kulit) yang dipersarafi oleh saraf yang terinfeksi. Penyakit ini biasanya dijumpai pada lansia atau pada orang dengan penurunan sistem imun yang disebabkan oleh penyakit atau stres. Herpes zoster tampaknya ditularkan melalui kontak langsung dengan lesi.
Gambaran Klinis
• Mungkin timbul demam ringan dan malese 24 jam sebelum vesikel muncul.
• Ruam cacar air diawali dengan adanya makula kemerahan, biasanya pertama kali muncul di badan dan menyebar ke wajah serta ekstremitas. Dalam beberapa jam, makula menjadi vesikel berisi cairan yang muncul di mulut, aksila, labium, dan vagina. Vesikel ini akhirnya berisi cairan yang pecah setelah beberapa hari dan meninggalkan krusta.
• Pada saat yang bersamaan dapat dijumpai banyak makula, vesikel, dan keropeng dalam berbagai stadium pembentukan dan krustasi.
• Cacar ular biasanya terdapat di kulit secara unilateral (satu area tubuh) di sepanjang dermatom yang terinfeksi. Tempat yang sering terinfeksi adalah wajah, leher, dan dada. Lesi dapat berukuran kecil atau besar dalam jumlah yang sedikit atau banyak. Cacar ular dapat sangat menyakitkan.
Diagnosis
• Diagnosis dibuat berdasarkan riwayat dan basil pemeriksaan fisik
• Satu petunjuk penting untuk mengetahui cacar ular adalah lokasi yang unilateral dan munculnya nyeri.
Komplikasi
• Infeksi bakteri sekunder pada vesikel.
• Pneumonia, ensefalitis, radang sendi, dan nyeri dapat terjadi pada cacar air.
• Dapat timbul sindrom Reye pada anak yang diberi aspirin sewaktu mengidap cacar air.
• Orang dewasa yang terjangkit eaear air dapat mengalami perjalan-
an penyakit yang parah dan berisiko lebih besar menderita pneumonia atau komplikasi lain.
• Cacar air dan cacar ular dapat menyebar secara internal pada orang dengan gangguan sistem kekebalan, yang dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas.
• Neuralgia (nyeri) pascaherpes dapat terjadi pada banyak pasien herpes zoster (10%-70%). Neuralgia pascaherpes mengacu pada nyeri yang menetap lebih dari 1 bulan setelah awitan akut herpes.
Penatalaksanaan
• Varisela dapat dicegah dengan vaksin varisela. Vaksin ini dapat diberikan pada anak atau orang dewasa, dan efektivitasnya sangat tinggi dalam mencegah infeksi. Beberapa vesikel dapat muncul pada sekitar 10% pasien 10 sampai 20 hari setelah imunisasi dan sangat menular. Pencegahan varisela ini diharapkan dapat menekan insidensi herpes zoster meskipun hal ini belum terbukti.
• Penatalaksanaan varisela aktif terutama bersifat suportif dan ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi kulit sekunder. Mandi gandum, losion kalamin, dan antihistamin dapat digunakan untuk mengurangi gatal. Anak perlu dipotong kukunya atau menggunakan sarong tangan untuk menghindari garukan.
• Obat antivirus (asiklovir, vidarabin, sorivudin) dapat diberikan setelah pajanan atau saat terjadi tanda-tanda paling awal infeksi varisela pada orang dewasa atau anak dengan gangguan kekebalan untuk membatasi infeksi. Penggunaan antivirus pada anak se- hat yang mengidap cacar air juga dapat dipertimbangkan untuk mengurangi banyaknya lesi dan lama infeksi.
• Penanganan herpes zoster meliputi analgesik untuk nyeri dan obat antivirus untuk membatasi replikasi virus. Kortikosteroid sistemik dapat diberikan untuk menurunkan risiko neuralgia pascaherpes.
Pasien penderita neuralgia pascaherpes dapat ditangani clengan
agens anestetik topikal, obat penstabil neural, atau anticlepresan trisiklik untuk meredakan nyeri.
Cacar air adalah infeksi primer oleh virus tersebut. Cacar air sangat menular dan ditularkan dari orang ke orang melalui percikan (droplet) saluran napas. Cacar air biasanya merupakan penyakit anak-anak, tetapi orang dewasa yang baru pertama kali terpajan ke virus ini dapat menderita penyakit tersebut. Virus varisela memiliki masa tunas 721 hari dan bersifat menular selama periode prodromal yang singkat (sekitar 24 jam sebelum lesi muncul) sampai semua lesi menjadi krusta. Penyakit biasanya sembuh dengan sendiri dalam 7-14 hari.
Cacar ular biasanya timbul beberapa tahun setelah infeksi cacar timbul di dermatom (regio kulit) yang dipersarafi oleh saraf yang terinfeksi. Penyakit ini biasanya dijumpai pada lansia atau pada orang dengan penurunan sistem imun yang disebabkan oleh penyakit atau stres. Herpes zoster tampaknya ditularkan melalui kontak langsung dengan lesi.
Gambaran Klinis
• Mungkin timbul demam ringan dan malese 24 jam sebelum vesikel muncul.
• Ruam cacar air diawali dengan adanya makula kemerahan, biasanya pertama kali muncul di badan dan menyebar ke wajah serta ekstremitas. Dalam beberapa jam, makula menjadi vesikel berisi cairan yang muncul di mulut, aksila, labium, dan vagina. Vesikel ini akhirnya berisi cairan yang pecah setelah beberapa hari dan meninggalkan krusta.
• Pada saat yang bersamaan dapat dijumpai banyak makula, vesikel, dan keropeng dalam berbagai stadium pembentukan dan krustasi.
• Cacar ular biasanya terdapat di kulit secara unilateral (satu area tubuh) di sepanjang dermatom yang terinfeksi. Tempat yang sering terinfeksi adalah wajah, leher, dan dada. Lesi dapat berukuran kecil atau besar dalam jumlah yang sedikit atau banyak. Cacar ular dapat sangat menyakitkan.
Diagnosis
• Diagnosis dibuat berdasarkan riwayat dan basil pemeriksaan fisik
• Satu petunjuk penting untuk mengetahui cacar ular adalah lokasi yang unilateral dan munculnya nyeri.
Komplikasi
• Infeksi bakteri sekunder pada vesikel.
• Pneumonia, ensefalitis, radang sendi, dan nyeri dapat terjadi pada cacar air.
• Dapat timbul sindrom Reye pada anak yang diberi aspirin sewaktu mengidap cacar air.
• Orang dewasa yang terjangkit eaear air dapat mengalami perjalan-
an penyakit yang parah dan berisiko lebih besar menderita pneumonia atau komplikasi lain.
• Cacar air dan cacar ular dapat menyebar secara internal pada orang dengan gangguan sistem kekebalan, yang dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas.
• Neuralgia (nyeri) pascaherpes dapat terjadi pada banyak pasien herpes zoster (10%-70%). Neuralgia pascaherpes mengacu pada nyeri yang menetap lebih dari 1 bulan setelah awitan akut herpes.
Penatalaksanaan
• Varisela dapat dicegah dengan vaksin varisela. Vaksin ini dapat diberikan pada anak atau orang dewasa, dan efektivitasnya sangat tinggi dalam mencegah infeksi. Beberapa vesikel dapat muncul pada sekitar 10% pasien 10 sampai 20 hari setelah imunisasi dan sangat menular. Pencegahan varisela ini diharapkan dapat menekan insidensi herpes zoster meskipun hal ini belum terbukti.
• Penatalaksanaan varisela aktif terutama bersifat suportif dan ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi kulit sekunder. Mandi gandum, losion kalamin, dan antihistamin dapat digunakan untuk mengurangi gatal. Anak perlu dipotong kukunya atau menggunakan sarong tangan untuk menghindari garukan.
• Obat antivirus (asiklovir, vidarabin, sorivudin) dapat diberikan setelah pajanan atau saat terjadi tanda-tanda paling awal infeksi varisela pada orang dewasa atau anak dengan gangguan kekebalan untuk membatasi infeksi. Penggunaan antivirus pada anak se- hat yang mengidap cacar air juga dapat dipertimbangkan untuk mengurangi banyaknya lesi dan lama infeksi.
• Penanganan herpes zoster meliputi analgesik untuk nyeri dan obat antivirus untuk membatasi replikasi virus. Kortikosteroid sistemik dapat diberikan untuk menurunkan risiko neuralgia pascaherpes.
Pasien penderita neuralgia pascaherpes dapat ditangani clengan
agens anestetik topikal, obat penstabil neural, atau anticlepresan trisiklik untuk meredakan nyeri.
SEJARAH MANDOR
Peristiwa Mandor
Peristiwa Mandor adalah peristiwa pembantaian massal yang menurut catatan sejarah terjadi pada tanggal 28 Juni 1944. Peristiwa Mandor ini sendiri sering dikenang dengan istilah Tragedi Mandor Berdarah yaitu telah terjadi pembantaian massal tanpa batas etnis dan ras oleh tentara Jepang dengan samurai.
Awal terjadi peristiwa
Peristiwa mandor adalah sebuah peristiwa masa kelam yang pernah terjadi di Kalimantan Barat, peristiwa ini terjadi pada tahun 1943-1944 di daerah Mandor Kabupaten Landak. Tak sedikit kaum cerdik pandai, cendikiawan, para raja, sultan, tokoh masyarakat maupun pejuang lainnya gugur sebagai kesuma bangsa atas kebiadaban Jepang kala itu. Menurut sejarah hampir terdapat 21.037 jumlah pembantaian yang di bunuh oleh Jepang, namun jepang menolaknya dan menganggap hanya 1.000 korban saja. Zaman pendudukan Jepang lebih menyeramkan daripada masa pendudukan Belanda. Peristiwa mandor terjadi akibat ketidaksukaan penjajah Jepang terhadap para pemberontak. Karena ketika itu Jepang ingin menguasai seluruh kekayaan yang ada di Bumi Kalimantan Barat. Sebelum terjadi peristiwa mandor terjadilah peristiwa cap kapak dimana kala itu pemerintah Jepang mendobrak pintu - pintu rumah rakyat (Tionghoa, Melayu, Maupun Dayak) mereka tidak ingin terjadi pemberontak-pemberontak terdapat di kalimantan barat. Meskipun demikian ternyata menurut sejarah yang dibantai bukan hanya kaum cendekiawan maupun feodal namun juga rakyat-rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa. Tidak diketahui apakah karena tentara Jepang memang bodoh atau apa, kala itu pisau dilarang oleh penjajah Jepang. Jepang memang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalbar kala itu. Sebuah harian Jepang Borneo Shinbun, koran yang terbit pada masa itu mengungkap rencana tentara negeri samurai itu untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang. Tanggal 28 Juni diyakini sebagai hari pengeksekusian ribuan tokoh-tokoh penting masyarakat pada masa itu.
Kronologi Peristiwa
Masuknya tentara pendudukan Jepang bulan Juni tahun 1942 di Kalbar, ditandai dengan tindak kekerasan perampasan, perampokan, pemerkosaan dan penindasan rakyat. Hingga akhirnya seluruh suku, pemuka masyarakat, raja dan panembahan di Kalbar berkumpul dan bermusyawarah bagaimana menangani tentara pendudukan Jepang yang bertindak semena-mena.
Namun, musyawarah tersebut tercium oleh Jepang karena ada mata-mata Jepang yang juga orang Indonesia ikut dalam musyawarah itu. Jepang tambah curiga ketika datang dua orang utusan dari Banjarmasin yakni dr Soesilo dan Malay Wei, dimana secara diam-diam dua tokoh tersebut menyampaikan berita bahwa akan ada gerakan pemberontakan terhadap tentara pendudukan Jepang sekitar bulan Januari 1944.
Sialnya, rencana pemberontakan tersebut diketahui oleh tentara pendudukan Jepang sehingga mulailah terjadi penangkapan. Pembunuhan besar-besaran terjadi pada tanggal 20 Rokoegatsu 2604 atau tanggal 28 Juni 1944.
Di suatu siang kendaraan truk tertutup kain terpal berhenti di depan Istana Raja Mempawah. Serdadu bersepatu selutut dan topi yang berjumbai ke belakang serta pinggang yang digelayuti "samurai" turun terburu-buru menuju Istana.
Dengan alasan mengajak berunding, serdadu "Dai Nippon" itupun menciduk Raja Mempawah. Kemudian menangkap pula Panangian Harahap dan Gusti Djafar, teman baik sang Raja. Mereka bertiga dengan tangan terikat diberi sungkup kepala terbuat dari bakul pandan, lalu digiring ke atas truk yang sudah menunggu dari tadi. Serdadu yang lain dengan cekatan menempeli istana dan rumah kedua sahabat raja dengan plakat bertuliskan huruf kanji. Bunyinya "Warui Hito" yang artinga orang jahat.
Ternyata saat itu tak cuma di rumah itu saja yang ditempeli. Banyak sekali rumah-rumah di wilayah Kalbar yang di atas pintunya tertempel "Warui Hito". Kalau sudah begitu, penghuninya tak akan kedatangan tamu lagi, karena sudah dicap jahat.
Masyarakat umum pun tak berani bertandang ke situ. Sebab mereka tahu betul, jika berani mendekat apalagi bertamu, berarti tak lama lagi rumahnya bakal ditempeli dan dirinya disungkupi untuk dinaikkan ke atas truk pula.
Sehingga terjadilah apa yang dikenal dengan "Oto Sungkup". Mereka ditangkap dengan disungkup bakul, dibawa ke tempat pembantaian yang sekarang dinamakan Makam Juang Mandor.
Setibanya di Mandor, mereka yang ditangkap diturunkan dari truk dan disuruh menggali sendiri lubang tempat mereka bakal dikuburkan. Setelah lubang tersedia barulah Tentara Jepang dengan tanpa perikemanusiaan menyiksa dan memancung satu per satu leher korban dengan pedang samurainya. Sehingga terjadilah peristiwa yang dikenal dengan "Mandor Bersimbah Darah". Sungguh mengenaskan, badan yang terkubur terpisah dari kepala.
Pembantaian sadis seperti itu terus berlanjut hingga tahun 1945, tentara pendudukan Jepang tak kenal kompromi terus menangkap dan membunuh rakyat Kalbar yang dianggap pembangkang dengan dalih ingin mendirikan negara Borneo Barat dari penjajahan.
Saksi mata HM Jimmy Ibrahim mantan Wagub Kalbar yang juga mantan ketua DPRD Tk I dan anak seorang raja yang ayahnya diciduk Jepang, turut merasakan bagaimana kekejaman Jepang terhadap bangsa Indonesia. Saat mantan Wagub tersebut masih berusia bocah yang baru menduduki bangku sekolah dasar di kelas terakhir, masih terkenang bagaimana sang ayah yang seorang raja ditangkap dan disungkup kepalanya lalu hilang tak ada kabar berita. Hingga diketahui tewas terkubur di Mandor.
Saksi mata lain TNR Simorangkir yang pada saat itu pegawai kantor pendaftaran tanah di kota Mempawah Kabupaten Pontianak mengisahka pengalamannya.
Waktu itu tahun menunjukkan pada angka 1945, meski kalah populer dengan tahun "Teno Heika" Jepang 2605. Rupanya angka 45 menjadi pedoman pengisian tawanan ke dalam truk sungkup. Jumlah 45 orang agaknya dijadikan target korban yang ternyata dibawa ke daerah Mandor.
Suatu saat cerita Simorangkir, melihat ada dua truk yang berhenti di depan penjara Mempawah. Sebuah truk diantaranya sudah tertutup rapat dengan terpal. Dua serdadu Jepang dengan samurai melintang di badan bersiaga duduk di kursi rotan yang diletakkan di atas terpal yang menutupi tumpukan manusia.
Sementara truk yang satu masih belum tertutup rapat, mungkin belum memenuhi target 45. Tanpa diduga, seorang serdadu Jepang memanggil Simorangkir dan Djafar yang kebetulan berada tak jauh dari penjara untuk segera naik ke atas truk. Mereka berdua tak tahu kalau isi truk tadi adalah calon-calon mayat.
Namun tak disangka, keajaiban tiba-tiba muncul. Seorang serdadu Jepang lainnya melihat Simorangkir dan Djafar naik ke truk bukan dari dalam penjara, memerintahkannya supaya turun lagi dan segera pulang. Sebagai gantinya, serdadu itu memanggil dua anggota polisi yang sedang berjaga-jaga di mulut jalan raya untuk naik ke truk. Agaknya kedua polisi yang juga tra bangsa itu tak tahu dirinya dijadikan alat pemenuh target 45 "Warui Hito", truk itu pun segera ditutup terpal rapat-rapat dan berjalan beriringan.
Konon, ada saja tahanan yang dapat meloncat dari dalam truk guna menyelamatkan diri. Namun serdadu yang berjaga di truk tak berusaha mengejarnya. Tapi dengan santai meski bertampang garang, dia menjemput korban penggantinya, rakyat yang ditemui di sepanjang perjalanan menuju Mandor. Asal di dalam truk tetap berisi 45 orang.
Sementara penjaga obyek wisata Makam Juang Mandor Abdul Samad bin Samad (66 tahun) yang sudah 26 tahun menjaga dan merawat makam tersebut menuturkan", selama ia bertugas sudah berapa kali bekas serdadu Jepang yang dulu bertugas di Kalbar berziarah ke Makam Juang Mandor". Dengan pasport wisatawan 22 mantan serdadu Jepang pada akhir Maret 1978 bersimpuh di depan pusara.
Mereka ber-"saikere" sebagai penghormatan dan permintaan maaf yang tulus atas keganasan mereka saat menduduki Indonesia, terutama dalam pembantaian massal di Mandor tersebut. Saat mereka menyaksikan bekas kolam-kolam, sumur-sumur dan parit-parit tempat pembantaian "Warui Hito" dahulu, serdadu Jepang itu terduduk lalu bertekuk lutut dan menangis sesenggukan. Tangis yang tulus bukan dibuat-buat.
Diselingi derasnya air mata yang berderai, Kiyotada Takashi pimpinan wisatawan Jepang ini sambil bersujud berkata diri, "semoga bangsa Indonesia dapat memaafkan kekejaman tentara pendudukan Jepang saat itu".
Namun sayangnya, kata Abdul Samad, Makam Juang Mandor yang penuh sejarah ini belum resmi diakui oleh pemerintah pusat.
Kabag Humas Pemda Kabupaten Pontianak Drs Jailani membenarkan, "memang benar hingga kini Makam juang Mandor yang juga merupakan obyek periwisata yang cukup potensial ini belum diakui keberadaannya secara nasional".
Ditambahkan, Pemda Tingkat II Pontianak yang telah mengajukan proposal, baik itu melalui Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan mau pun Depertemen Parpostel. Diharapkan acuan tersebut dapat segera disetujui oleh pemerintah pusat, ujar Jailani.
Sementara itu, pengamat sejarah hukum Turiman, SH MHum mengatakan, sebenarnya dalam memperjuangkan status Makam Juang yang bersejarah ini pihak Pemda maupun DPRD Tk I dan Tk II hendaknya harus merespon dan proaktif terhadap peninggalan-peninggalan asset sejarah daerah.
"Diperlukan suatu langkah konkret dari Pemda maupun DPRD, dimana dapat mengeluarkan suatu keputusan atau kebijakan yang substansinya menunjuk suatu LSM atau Perguruan Tinggi untuk mengelola dan membuat kajian secara ilmiah dalam bentuk penelitian. sehingga dapat memperkuat proposal yang pernah diajukan oleh Pemda Kabupaten Pontianak beberapa tahun yang lalu.
Tanpa penelitian yang komprehensif Makam juang Mandor akhirnya hanya menjadi mitos belaka. Sementara pemerintah Jepang sangat antusias dan mengakui keberadaan Makam Juang Mandor dalam catatan sejarahnya.
Siapa yang Bertanggung Jawab
Banyak yang menyalahkan Syuutizitiyo Minseibu
Korban-Korban
Secara garis besar yang menjadi korban keganasan Jepang kala itu adalah
a. Sultan - sultan Pontianak
b. Muhhamad Alqadrie
c. Pangeran Adipati
d. Pangeran Agung
e. JE Patiasina
f. Ng Nyiap Sun
g. Lumban Pea
Sejumlah tokoh yang waktu itu sempat ditangkap penjajah Jepang antara lain Sultan Pontianak Syarif Muhammad Alkadrie, Penembahan Sanggau Ade Muhammad Ari, Panembahan Ketapang Gusti Saunan, Panembahan Sintang Raden Abdullah Daru Perdana, Panembahan Ngabang Gusti Abdul Hamid, serta beberapa tokoh Tionghoa seperti Tjhai Pin Bin, Tjong Tjok Men, dan Thai Sung Hian.
Jumlah makam dan korban
Menempati areal seluas 3 ha yang ditumbuhi oleh pepohonan yang alami bahkan pohon tengkawang yang kini melindungi itu pun banyak terdapat di sana. Di kompleks makam ini terdapat 10 buah kuburan massal, yang masing-masing berukuran 5 X 15 meter dan 7 X 35 meter. Kemudian terdapat pula bekas tempat pembunuhan massal berupa lapangan terbuka yang berukuran 25 X 50 meter.
Juru Kunci Pemakaman
Uca Suherman yang berusia 52 tahun
Pengakuan Saksi Mata
Masih segar diingatannya bagaimana tentara Jepang menculik ayahnya, Tance Layan (45) dan abangnya, Tonce Lan Layan (25). Saat itu, Tance Layan adalah Kepala Polisi Singkawang. Sementara Tonce Lan Layan merupakan Anggota Polisi Singkawang. “Saya masih berumur 12 tahun ketika tentara Jepang menculik ayah dan abang,” kata Yuliana kepada Tribun. Ia mengatakan sampai kapanpun kenangan pahit itu tidak akan pernah dilupakan keluarganya. Karena itu, ia setiap tahun selalu mengunjungi Makam Juang Mandor. “Hingga saat ini keluarga kami paling benci yang namanya orang Jepang,” ujarnya. Cucu ahli waris lainnya, Drs Gusti Suryansyah MSi, juga terlihat di antara rombongan yang hadir. Ia mewakili keraton-keraton di Kalbar, berharap agar ditetapkan menjadi monumen nasional. Alasannya agar masyarakat Indonesia mengetahui kisah sejarah yang ada di Mandor. “Kami berterimakasih kembali karena Monumen Mandor sudah diperdakan. Harapan kami tentu kalau bisa segera di jadikan monumen nasional,” katanya. Seorang saksi hidup masa penjajahan Belanda dan Jepang, Kasim Haji Bukhari (88), warga Mempawah Timur, mengatakan menjelang peristiwa Mandor, sering terlihat pesawat-pesawat tempur milik sekutu di udara. Mereka bermaksud menggempur tentara Jepang. Hal ini dikarenakan Belanda masih ingin menguasai Indonesia, dengan bantuan tentara Sekutu. Berbeda dengan kenyataan sejarah dibuku-buku, atau pelajaran sekolah, Kasim beranggapan bahwa kedatangan Tentara Jepang adalah dengan maksud membantu Indonesia. “Sebagai sesama negara asia, Jepang datang membantu untuk mengusir penjajah Belanda,” kata Kasim bersemangat. Menurutnya, mereka yang jadi korban kekejaman Jepang dalam peristiwa Mandor merupakan hasil tipu daya Belanda. “Peristiwa itu akibat siasat yang dilakukan Belanda untuk mengadu domba Jepang dengan Indonesia,” tuturnya. Belanda menyuruh bangsa Indonesia untuk menyimpan senjata-senjata api di rumah. Kemudian memberitahukan kepada mata-mata Jepang kalau senjata tersebut digunakan untuk melawan Jepang. “Rakyat dibayar untuk menyimpan senjata, kemudian Belanda melaporkannya kepada matamata Jepang,” ujarnya. Ketika tentara Jepang melakukan pemeriksaan ke rumah warga, maka warga tidak bisa mengelak karena bukti memang ada, karena senjata-senjata tersebut ditemukan tersimpan di rumah mereka. “Oleh tentara Jepang mereka ditangkap, kemudian dibawa ke Mandor dan dibunuh di sana,” kata Kasim. Jika mengenang masa-masa tersebut, Kasim merasa bersyukur karena diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati kehidupan dialam merdeka seperti sekarang ini. “Alhamdulillah sekarang sudah merdeka, tinggal bagaimana kita mengurus negara ini untuk kehidupan yang lebih baik,” pesan Kasim. Kasim mengatakan, sekarang masyarakat Indonesia juga semakin mengerti arti perikemanusiaan dan persaudaraan. “Saat ini hubungan antar suku semakin mencair, kalau dulu antara suku itu masih banyak yang saling mencurigai antara satu dengan yang lainnya,” kata Kasim. Sejarah peristiwa pembantaian puluhan ribu rakyat Kalbar pada tahun 1943-1944 itu memang sulit diungkapkan secara rinci. Satu-satunya catatan sejarah yang hingga kini dijadikan rujukan untuk mengungkap peristiwa itu hanyalah pemberitaan Borneo Shinbun, koran terbitan Jepang di Kalbar, Edisi 1 Juli 1943. Di situ disebutkan, 21.037 rakyat Kalbar dibantai dan dikuburkan secara massal di daerah Mandor. Sedangkan orang-orang yang mengalami masa itu dan sekarang masih hidup juga tidak bisa bercerita banyak mengenai apa yang terjadi. Jejak peristiwa sejarah itu baru bisa terangkai dari pemberitaan media massa kala itu, penuturan keluarga dari tokoh masyarakat yang saat itu ditangkap oleh penjajah Jepang, serta temuan ribuan tengkorak dan tulang manusia di Mandor pada 1949.
Sumber :
http://groups.yahoo.com/group/nature_trekker/message/6080
http://peristiwamandor.blogspot.com/2008/06/yang-tersisa-yang-terabaikan.html
http://mandoronline.blogspot.com/2009/03/tragedi-mandor-berdarah.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Mandor
http://www.rripontianak.com/2009/06/taman-juang-mandor-rusak-akibat-aktivitas-peti/
Disusun oleh Rizqi Mauludin dan Arief Budiman
Peristiwa Mandor adalah peristiwa pembantaian massal yang menurut catatan sejarah terjadi pada tanggal 28 Juni 1944. Peristiwa Mandor ini sendiri sering dikenang dengan istilah Tragedi Mandor Berdarah yaitu telah terjadi pembantaian massal tanpa batas etnis dan ras oleh tentara Jepang dengan samurai.
Awal terjadi peristiwa
Peristiwa mandor adalah sebuah peristiwa masa kelam yang pernah terjadi di Kalimantan Barat, peristiwa ini terjadi pada tahun 1943-1944 di daerah Mandor Kabupaten Landak. Tak sedikit kaum cerdik pandai, cendikiawan, para raja, sultan, tokoh masyarakat maupun pejuang lainnya gugur sebagai kesuma bangsa atas kebiadaban Jepang kala itu. Menurut sejarah hampir terdapat 21.037 jumlah pembantaian yang di bunuh oleh Jepang, namun jepang menolaknya dan menganggap hanya 1.000 korban saja. Zaman pendudukan Jepang lebih menyeramkan daripada masa pendudukan Belanda. Peristiwa mandor terjadi akibat ketidaksukaan penjajah Jepang terhadap para pemberontak. Karena ketika itu Jepang ingin menguasai seluruh kekayaan yang ada di Bumi Kalimantan Barat. Sebelum terjadi peristiwa mandor terjadilah peristiwa cap kapak dimana kala itu pemerintah Jepang mendobrak pintu - pintu rumah rakyat (Tionghoa, Melayu, Maupun Dayak) mereka tidak ingin terjadi pemberontak-pemberontak terdapat di kalimantan barat. Meskipun demikian ternyata menurut sejarah yang dibantai bukan hanya kaum cendekiawan maupun feodal namun juga rakyat-rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa. Tidak diketahui apakah karena tentara Jepang memang bodoh atau apa, kala itu pisau dilarang oleh penjajah Jepang. Jepang memang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalbar kala itu. Sebuah harian Jepang Borneo Shinbun, koran yang terbit pada masa itu mengungkap rencana tentara negeri samurai itu untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang. Tanggal 28 Juni diyakini sebagai hari pengeksekusian ribuan tokoh-tokoh penting masyarakat pada masa itu.
Kronologi Peristiwa
Masuknya tentara pendudukan Jepang bulan Juni tahun 1942 di Kalbar, ditandai dengan tindak kekerasan perampasan, perampokan, pemerkosaan dan penindasan rakyat. Hingga akhirnya seluruh suku, pemuka masyarakat, raja dan panembahan di Kalbar berkumpul dan bermusyawarah bagaimana menangani tentara pendudukan Jepang yang bertindak semena-mena.
Namun, musyawarah tersebut tercium oleh Jepang karena ada mata-mata Jepang yang juga orang Indonesia ikut dalam musyawarah itu. Jepang tambah curiga ketika datang dua orang utusan dari Banjarmasin yakni dr Soesilo dan Malay Wei, dimana secara diam-diam dua tokoh tersebut menyampaikan berita bahwa akan ada gerakan pemberontakan terhadap tentara pendudukan Jepang sekitar bulan Januari 1944.
Sialnya, rencana pemberontakan tersebut diketahui oleh tentara pendudukan Jepang sehingga mulailah terjadi penangkapan. Pembunuhan besar-besaran terjadi pada tanggal 20 Rokoegatsu 2604 atau tanggal 28 Juni 1944.
Di suatu siang kendaraan truk tertutup kain terpal berhenti di depan Istana Raja Mempawah. Serdadu bersepatu selutut dan topi yang berjumbai ke belakang serta pinggang yang digelayuti "samurai" turun terburu-buru menuju Istana.
Dengan alasan mengajak berunding, serdadu "Dai Nippon" itupun menciduk Raja Mempawah. Kemudian menangkap pula Panangian Harahap dan Gusti Djafar, teman baik sang Raja. Mereka bertiga dengan tangan terikat diberi sungkup kepala terbuat dari bakul pandan, lalu digiring ke atas truk yang sudah menunggu dari tadi. Serdadu yang lain dengan cekatan menempeli istana dan rumah kedua sahabat raja dengan plakat bertuliskan huruf kanji. Bunyinya "Warui Hito" yang artinga orang jahat.
Ternyata saat itu tak cuma di rumah itu saja yang ditempeli. Banyak sekali rumah-rumah di wilayah Kalbar yang di atas pintunya tertempel "Warui Hito". Kalau sudah begitu, penghuninya tak akan kedatangan tamu lagi, karena sudah dicap jahat.
Masyarakat umum pun tak berani bertandang ke situ. Sebab mereka tahu betul, jika berani mendekat apalagi bertamu, berarti tak lama lagi rumahnya bakal ditempeli dan dirinya disungkupi untuk dinaikkan ke atas truk pula.
Sehingga terjadilah apa yang dikenal dengan "Oto Sungkup". Mereka ditangkap dengan disungkup bakul, dibawa ke tempat pembantaian yang sekarang dinamakan Makam Juang Mandor.
Setibanya di Mandor, mereka yang ditangkap diturunkan dari truk dan disuruh menggali sendiri lubang tempat mereka bakal dikuburkan. Setelah lubang tersedia barulah Tentara Jepang dengan tanpa perikemanusiaan menyiksa dan memancung satu per satu leher korban dengan pedang samurainya. Sehingga terjadilah peristiwa yang dikenal dengan "Mandor Bersimbah Darah". Sungguh mengenaskan, badan yang terkubur terpisah dari kepala.
Pembantaian sadis seperti itu terus berlanjut hingga tahun 1945, tentara pendudukan Jepang tak kenal kompromi terus menangkap dan membunuh rakyat Kalbar yang dianggap pembangkang dengan dalih ingin mendirikan negara Borneo Barat dari penjajahan.
Saksi mata HM Jimmy Ibrahim mantan Wagub Kalbar yang juga mantan ketua DPRD Tk I dan anak seorang raja yang ayahnya diciduk Jepang, turut merasakan bagaimana kekejaman Jepang terhadap bangsa Indonesia. Saat mantan Wagub tersebut masih berusia bocah yang baru menduduki bangku sekolah dasar di kelas terakhir, masih terkenang bagaimana sang ayah yang seorang raja ditangkap dan disungkup kepalanya lalu hilang tak ada kabar berita. Hingga diketahui tewas terkubur di Mandor.
Saksi mata lain TNR Simorangkir yang pada saat itu pegawai kantor pendaftaran tanah di kota Mempawah Kabupaten Pontianak mengisahka pengalamannya.
Waktu itu tahun menunjukkan pada angka 1945, meski kalah populer dengan tahun "Teno Heika" Jepang 2605. Rupanya angka 45 menjadi pedoman pengisian tawanan ke dalam truk sungkup. Jumlah 45 orang agaknya dijadikan target korban yang ternyata dibawa ke daerah Mandor.
Suatu saat cerita Simorangkir, melihat ada dua truk yang berhenti di depan penjara Mempawah. Sebuah truk diantaranya sudah tertutup rapat dengan terpal. Dua serdadu Jepang dengan samurai melintang di badan bersiaga duduk di kursi rotan yang diletakkan di atas terpal yang menutupi tumpukan manusia.
Sementara truk yang satu masih belum tertutup rapat, mungkin belum memenuhi target 45. Tanpa diduga, seorang serdadu Jepang memanggil Simorangkir dan Djafar yang kebetulan berada tak jauh dari penjara untuk segera naik ke atas truk. Mereka berdua tak tahu kalau isi truk tadi adalah calon-calon mayat.
Namun tak disangka, keajaiban tiba-tiba muncul. Seorang serdadu Jepang lainnya melihat Simorangkir dan Djafar naik ke truk bukan dari dalam penjara, memerintahkannya supaya turun lagi dan segera pulang. Sebagai gantinya, serdadu itu memanggil dua anggota polisi yang sedang berjaga-jaga di mulut jalan raya untuk naik ke truk. Agaknya kedua polisi yang juga tra bangsa itu tak tahu dirinya dijadikan alat pemenuh target 45 "Warui Hito", truk itu pun segera ditutup terpal rapat-rapat dan berjalan beriringan.
Konon, ada saja tahanan yang dapat meloncat dari dalam truk guna menyelamatkan diri. Namun serdadu yang berjaga di truk tak berusaha mengejarnya. Tapi dengan santai meski bertampang garang, dia menjemput korban penggantinya, rakyat yang ditemui di sepanjang perjalanan menuju Mandor. Asal di dalam truk tetap berisi 45 orang.
Sementara penjaga obyek wisata Makam Juang Mandor Abdul Samad bin Samad (66 tahun) yang sudah 26 tahun menjaga dan merawat makam tersebut menuturkan", selama ia bertugas sudah berapa kali bekas serdadu Jepang yang dulu bertugas di Kalbar berziarah ke Makam Juang Mandor". Dengan pasport wisatawan 22 mantan serdadu Jepang pada akhir Maret 1978 bersimpuh di depan pusara.
Mereka ber-"saikere" sebagai penghormatan dan permintaan maaf yang tulus atas keganasan mereka saat menduduki Indonesia, terutama dalam pembantaian massal di Mandor tersebut. Saat mereka menyaksikan bekas kolam-kolam, sumur-sumur dan parit-parit tempat pembantaian "Warui Hito" dahulu, serdadu Jepang itu terduduk lalu bertekuk lutut dan menangis sesenggukan. Tangis yang tulus bukan dibuat-buat.
Diselingi derasnya air mata yang berderai, Kiyotada Takashi pimpinan wisatawan Jepang ini sambil bersujud berkata diri, "semoga bangsa Indonesia dapat memaafkan kekejaman tentara pendudukan Jepang saat itu".
Namun sayangnya, kata Abdul Samad, Makam Juang Mandor yang penuh sejarah ini belum resmi diakui oleh pemerintah pusat.
Kabag Humas Pemda Kabupaten Pontianak Drs Jailani membenarkan, "memang benar hingga kini Makam juang Mandor yang juga merupakan obyek periwisata yang cukup potensial ini belum diakui keberadaannya secara nasional".
Ditambahkan, Pemda Tingkat II Pontianak yang telah mengajukan proposal, baik itu melalui Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan mau pun Depertemen Parpostel. Diharapkan acuan tersebut dapat segera disetujui oleh pemerintah pusat, ujar Jailani.
Sementara itu, pengamat sejarah hukum Turiman, SH MHum mengatakan, sebenarnya dalam memperjuangkan status Makam Juang yang bersejarah ini pihak Pemda maupun DPRD Tk I dan Tk II hendaknya harus merespon dan proaktif terhadap peninggalan-peninggalan asset sejarah daerah.
"Diperlukan suatu langkah konkret dari Pemda maupun DPRD, dimana dapat mengeluarkan suatu keputusan atau kebijakan yang substansinya menunjuk suatu LSM atau Perguruan Tinggi untuk mengelola dan membuat kajian secara ilmiah dalam bentuk penelitian. sehingga dapat memperkuat proposal yang pernah diajukan oleh Pemda Kabupaten Pontianak beberapa tahun yang lalu.
Tanpa penelitian yang komprehensif Makam juang Mandor akhirnya hanya menjadi mitos belaka. Sementara pemerintah Jepang sangat antusias dan mengakui keberadaan Makam Juang Mandor dalam catatan sejarahnya.
Siapa yang Bertanggung Jawab
Banyak yang menyalahkan Syuutizitiyo Minseibu
Korban-Korban
Secara garis besar yang menjadi korban keganasan Jepang kala itu adalah
a. Sultan - sultan Pontianak
b. Muhhamad Alqadrie
c. Pangeran Adipati
d. Pangeran Agung
e. JE Patiasina
f. Ng Nyiap Sun
g. Lumban Pea
Sejumlah tokoh yang waktu itu sempat ditangkap penjajah Jepang antara lain Sultan Pontianak Syarif Muhammad Alkadrie, Penembahan Sanggau Ade Muhammad Ari, Panembahan Ketapang Gusti Saunan, Panembahan Sintang Raden Abdullah Daru Perdana, Panembahan Ngabang Gusti Abdul Hamid, serta beberapa tokoh Tionghoa seperti Tjhai Pin Bin, Tjong Tjok Men, dan Thai Sung Hian.
Jumlah makam dan korban
Menempati areal seluas 3 ha yang ditumbuhi oleh pepohonan yang alami bahkan pohon tengkawang yang kini melindungi itu pun banyak terdapat di sana. Di kompleks makam ini terdapat 10 buah kuburan massal, yang masing-masing berukuran 5 X 15 meter dan 7 X 35 meter. Kemudian terdapat pula bekas tempat pembunuhan massal berupa lapangan terbuka yang berukuran 25 X 50 meter.
Juru Kunci Pemakaman
Uca Suherman yang berusia 52 tahun
Pengakuan Saksi Mata
Masih segar diingatannya bagaimana tentara Jepang menculik ayahnya, Tance Layan (45) dan abangnya, Tonce Lan Layan (25). Saat itu, Tance Layan adalah Kepala Polisi Singkawang. Sementara Tonce Lan Layan merupakan Anggota Polisi Singkawang. “Saya masih berumur 12 tahun ketika tentara Jepang menculik ayah dan abang,” kata Yuliana kepada Tribun. Ia mengatakan sampai kapanpun kenangan pahit itu tidak akan pernah dilupakan keluarganya. Karena itu, ia setiap tahun selalu mengunjungi Makam Juang Mandor. “Hingga saat ini keluarga kami paling benci yang namanya orang Jepang,” ujarnya. Cucu ahli waris lainnya, Drs Gusti Suryansyah MSi, juga terlihat di antara rombongan yang hadir. Ia mewakili keraton-keraton di Kalbar, berharap agar ditetapkan menjadi monumen nasional. Alasannya agar masyarakat Indonesia mengetahui kisah sejarah yang ada di Mandor. “Kami berterimakasih kembali karena Monumen Mandor sudah diperdakan. Harapan kami tentu kalau bisa segera di jadikan monumen nasional,” katanya. Seorang saksi hidup masa penjajahan Belanda dan Jepang, Kasim Haji Bukhari (88), warga Mempawah Timur, mengatakan menjelang peristiwa Mandor, sering terlihat pesawat-pesawat tempur milik sekutu di udara. Mereka bermaksud menggempur tentara Jepang. Hal ini dikarenakan Belanda masih ingin menguasai Indonesia, dengan bantuan tentara Sekutu. Berbeda dengan kenyataan sejarah dibuku-buku, atau pelajaran sekolah, Kasim beranggapan bahwa kedatangan Tentara Jepang adalah dengan maksud membantu Indonesia. “Sebagai sesama negara asia, Jepang datang membantu untuk mengusir penjajah Belanda,” kata Kasim bersemangat. Menurutnya, mereka yang jadi korban kekejaman Jepang dalam peristiwa Mandor merupakan hasil tipu daya Belanda. “Peristiwa itu akibat siasat yang dilakukan Belanda untuk mengadu domba Jepang dengan Indonesia,” tuturnya. Belanda menyuruh bangsa Indonesia untuk menyimpan senjata-senjata api di rumah. Kemudian memberitahukan kepada mata-mata Jepang kalau senjata tersebut digunakan untuk melawan Jepang. “Rakyat dibayar untuk menyimpan senjata, kemudian Belanda melaporkannya kepada matamata Jepang,” ujarnya. Ketika tentara Jepang melakukan pemeriksaan ke rumah warga, maka warga tidak bisa mengelak karena bukti memang ada, karena senjata-senjata tersebut ditemukan tersimpan di rumah mereka. “Oleh tentara Jepang mereka ditangkap, kemudian dibawa ke Mandor dan dibunuh di sana,” kata Kasim. Jika mengenang masa-masa tersebut, Kasim merasa bersyukur karena diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati kehidupan dialam merdeka seperti sekarang ini. “Alhamdulillah sekarang sudah merdeka, tinggal bagaimana kita mengurus negara ini untuk kehidupan yang lebih baik,” pesan Kasim. Kasim mengatakan, sekarang masyarakat Indonesia juga semakin mengerti arti perikemanusiaan dan persaudaraan. “Saat ini hubungan antar suku semakin mencair, kalau dulu antara suku itu masih banyak yang saling mencurigai antara satu dengan yang lainnya,” kata Kasim. Sejarah peristiwa pembantaian puluhan ribu rakyat Kalbar pada tahun 1943-1944 itu memang sulit diungkapkan secara rinci. Satu-satunya catatan sejarah yang hingga kini dijadikan rujukan untuk mengungkap peristiwa itu hanyalah pemberitaan Borneo Shinbun, koran terbitan Jepang di Kalbar, Edisi 1 Juli 1943. Di situ disebutkan, 21.037 rakyat Kalbar dibantai dan dikuburkan secara massal di daerah Mandor. Sedangkan orang-orang yang mengalami masa itu dan sekarang masih hidup juga tidak bisa bercerita banyak mengenai apa yang terjadi. Jejak peristiwa sejarah itu baru bisa terangkai dari pemberitaan media massa kala itu, penuturan keluarga dari tokoh masyarakat yang saat itu ditangkap oleh penjajah Jepang, serta temuan ribuan tengkorak dan tulang manusia di Mandor pada 1949.
Sumber :
http://groups.yahoo.com/group/nature_trekker/message/6080
http://peristiwamandor.blogspot.com/2008/06/yang-tersisa-yang-terabaikan.html
http://mandoronline.blogspot.com/2009/03/tragedi-mandor-berdarah.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Mandor
http://www.rripontianak.com/2009/06/taman-juang-mandor-rusak-akibat-aktivitas-peti/
Disusun oleh Rizqi Mauludin dan Arief Budiman
Langganan:
Komentar (Atom)